Minggu, 30 Desember 2012

LDM


Mungkin bisa denger istilah “LDR” tapi kalo “LDM”? jarang orang akan  menyebutkannya.
Long Distance Married artinya bahasa indonesia nya adalah pernikahan jarak jauh..beeh.  untuk pacaran jarak jauh saja udah bikin pasangan kita posesif, jadi cemburu ataupun hal-hal kecil yang bikin ribut, apalagi pernikahan.
Pada dasarnya mungkin sama saja antara pacaran jarak jauh dengan pernikahan jarak jauh. Yang berbeda adalah saat pacaran nun jauh disana sedang “menyebalkan” kita masih bisa jalan-jalan dengan orang lain atau pergi kemanapun kita suka, curhat dengan teman-teman hingga rasa suntuk hilang, semua bisa dilakukan karena si pacar tidak berada di satu kota dengan kita.
Tapi kalau pernikahan, bagaimanapun marah atau kecewa kita dengan pasangan kita karena suatu hal, kita tidak boleh pergi dari rumah begitu saja, karena semua masalah harus diselesaikan. Apalagi semua masalah biasanya ditimbulkan dari kurangnya komunikasi atau kurangnya pengertian terhadap pasangan, terlebih lagi masalah dan penyelesaiannya hanya bisa dilakukan lewat telepon, bbm ataupun alat komunikasi lainnya.
Selain itu, tidak berada dalam 1 rumah, membuat pasangan suami istri merasa tidak seperti sedang menjalani pernikahan. Hal ini akan membuat perbedaan dengan rumah tangga orang lain. Kita akan mulai membandingkan rumah tanggamu dengan rumah tangga orang lain.
Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah besarnya biaya tiket perjalanan agar bisa bertemu. Ini yang kadangkala membuat frustasi.
Salah dalam menghadapi masalah-masalah dalam rumah tangga bisa menyebabkan perceraian. Kita tidak mau itu terjadi bukan?
Menurutku,ada beberapa cara untuk mengurangi masalah dalam LDM yaitu
·         Rasa percaya. Percaya apa yang dilakukan oleh pasangan kita.
·         Kurangi mencurigainya secara berlebihan, karena itu akan membuatnya terkekang.
·         Usahakan melakukan komunikasi sesering mungkin, walaupun itu berarti besar biaya pulsa telepon ataupun internet.
·         Menabung. Menabungnya sebisa mungkin walaupun sedikit, tabungan ini akan berguna untuk tiket perjalanan ataupun biaya pulsa dan internet.

Tidak bisa disangkal, pernikahan adalah adanya satu orang kepala rumah tangga dan satu orang istri serta anak-anak dalam satu rumah.

3 komentar:

  1. Dulu pernah mengalami LDM. Memang kuncinya adalah kepercayaan dari masing-masing pihak. Disamping itu, juga tidak mudah tergoda oleh hal-hal lain yang dapat menganggu keutuhan rumah tangga meski dalam situasi LDM. Salam kenal mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sekarang juga sedang mengalami LDM mas :)

      salam kenal balik :D

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus